imageedit_3_7224472332.gif1

FAKULTAS
KEGURUAN
DAN ILMU PENDIDIKAN

Mitos dan Fakta tentang Kesehatan Gigi: Edukasi dari PDGI
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Namun, masih banyak mitos yang berkembang di masyarakat dan sering kali menyesatkan. Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan memberikan klarifikasi terhadap berbagai mitos yang beredar. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang perlu diketahui agar tidak terjebak dalam informasi yang salah.

Mitos 1: Menyikat Gigi Keras Akan Membersihkan Lebih Baik

Fakta: Menyikat gigi dengan terlalu keras justru dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gusi menyusut. Cara yang benar adalah dengan menyikat gigi secara lembut dengan gerakan melingkar selama minimal dua menit.

Mitos 2: Gigi Putih Berarti Sehat

Fakta: Gigi putih tidak selalu menandakan gigi yang sehat. Warna alami gigi setiap orang berbeda-beda, dan gigi yang tampak putih bisa saja mengalami masalah seperti gigi berlubang atau gusi yang tidak sehat.

Mitos 3: Sikat Gigi Tidak Perlu Diganti Jika Masih Bagus

Fakta: PDGI merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali atau lebih cepat jika bulu sikat sudah mulai rusak. Sikat gigi yang sudah usang tidak dapat membersihkan gigi secara efektif.

Mitos 4: Bayi Tidak Perlu Perawatan Gigi Karena Masih Gigi Susu

Fakta: Perawatan gigi sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan gigi dan memastikan pertumbuhan gigi permanen yang sehat. Gigi susu yang berlubang bisa mempengaruhi kesehatan gigi permanen yang akan tumbuh kemudian.

Mitos 5: Obat Kumur Bisa Menggantikan Sikat Gigi

Fakta: Obat kumur dapat membantu menyegarkan napas dan membunuh bakteri, tetapi tidak bisa menggantikan fungsi menyikat gigi. Menyikat gigi dan menggunakan benang gigi tetap merupakan langkah utama dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Mitos 6: Gula adalah Penyebab Utama Gigi Berlubang

Fakta: Konsumsi gula memang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, tetapi yang lebih berbahaya adalah frekuensi dan cara mengonsumsinya. Gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang mengubah gula menjadi asam yang merusak enamel gigi. Oleh karena itu, penting untuk menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan manis.

Mitos 7: Semakin Sering Menyikat Gigi, Semakin Baik

Fakta: Menyikat gigi terlalu sering, terutama lebih dari tiga kali sehari, dapat merusak enamel dan gusi. PDGI merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Mitos 8: Gusi Berdarah Itu Normal

Fakta: Gusi berdarah bukanlah hal yang normal dan bisa menjadi tanda penyakit gusi, seperti gingivitis atau periodontitis. Jika mengalami gusi berdarah secara terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Mitos 9: Tidak Perlu ke Dokter Gigi Jika Tidak Merasa Sakit

Fakta: Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali sangat penting untuk mendeteksi masalah gigi sebelum berkembang menjadi lebih serius. Banyak masalah gigi, seperti gigi berlubang atau penyakit gusi, yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Mitos 10: Permen Karet Bisa Menggantikan Sikat Gigi

Fakta: Permen karet bebas gula memang dapat merangsang produksi air liur yang membantu membersihkan sisa makanan, tetapi tidak bisa menggantikan menyikat gigi. Menyikat gigi tetap menjadi metode utama dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Kesimpulan

Banyak mitos tentang kesehatan gigi yang masih dipercayai oleh masyarakat, padahal tidak semuanya benar. PDGI menekankan pentingnya edukasi dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi secara benar agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan mulut. Dengan mengetahui fakta yang sebenarnya, kita dapat lebih bijak dalam merawat gigi dan memastikan kesehatan gigi yang optimal sepanjang hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *